Assipakatau ------ Tak semua mahasiswa yang kuliah di universitas berasal dari keluarga yang mampu. Ada juga beberapa dari mahasiswa tersebut yang berasal dari keluarga yang tidak mampu.
Hanya karena bermerodalkan tekad yang kuat serta keinginan besar untuk maju, mereka pun memberanikan diri kuliah di universitas. Sama seperti kisah seorang mahasiswa miskin berikut ini.
Amir adalah nama mahasiswa itu. Amir hampir setiap pagi mampir di sebuah warung makan sederhana untuk mengganjal perutnya.
Karena ia tak memiliki cukup uang, ia selalu hanya memesan nasi putih ketika hendak makan di warung tersebut. Tak ada pesanan lauk, terkadang pemuda itu menambah kuah sebagai pendamping nasinya.
Begitu selesai makan, biasanya mahasiswa itu kembali akan memesan nasi dan kuah untuk dijadikan bekal makan siangnya di kampus.
Saking seringnya berkunjung di warung makan tersebut, sang pemilik warung pun sampai hafal dengan pesanan Amir setiap harinya. Ia pun mengerti kondisi ekonomi Amir & maklum dengan pesanannya.
Suatu hari karena merasa iba dengan keadaan pemuda itu, si pemilik warung secara diam-diam menaruh sesendok penuh daging cincang di dalam nasi pesanan Amir. Ia juga terkadang menambahkan sebutir telur kecap di dalamnya.
Istri pemilik warung pun paham suaminya bermaksud membantu pemuda itu. Namun ia tak habis pikir, mengapa suaminya tidak meletakkan saja daging itu di atas nasi dan malah menyembunyikannya di dalam nasi.
Rupanya tujuan sang suami menyembunyikan daging tersebut di balik balutan nasi adalah untuk menjaga perasaan si pemuda itu. Ia tak ingin membuat pemuda itu malu.
Setiap kali pemuda itu membuka pesanan makan siangnya, ia selalu meneteskan air mata karena tersentuh dengan kebaikan pemilik warung tersebut. Pemuda itu pun selalu dikejutkan dengan isi dalam nasi pesanannya yang selalu berbeda setiap kali ia makan siang.
Kebiasaan memberikan lauk secara diam-diam pun terus dilakukan pemilik warung hingga pemuda itu sarjana. Sampai akhirnya setelah lulus, pemuda itu tak pernah terlihat lagi sosoknya di warung tersebut.
Dua puluh tahun kemudian, pemilik warung makan sederhana itu mengalami kerugian dan terlilit utang hingga bangunan tempatnya menjual hendak disita dan dibongkar oleh bank. Si pemilik warung dan istrinya pun merasa sangat sedih sebab di hari tuanya mereka akan menjadi pengangguran.
Namun tak disangka tepat di hari pembongkaran, datanglah seorang sosok pria asing dari sebuah perusahaan besar yang datang menemui si pemilik warung.
Pria itu mengabarkan bahwa utang si pemilik warung telah dibayar lunar oleh pemilik perusahaan tempat ia itu bekerja. Sang bos juga meminta si pemilik warung untuk menyediakan makanan di kantin perusahaannya.
Hal itu tentu membuat si pemilik warung bingung dan bertanya-tanya mengapa ia diperlakukan begitu baik oleh si pemilik perusahaan itu. Pria asing itu pun menjelaskan bahwa si pemilik warung telah berjasa besar dalam hidup pimpinanya tersebut. Pria itu berkata,
"Ia sangat suka dengan daging cincang dan telur kecap yang selalu kau sembunyikan di balik pesanan nasinya"
Ternyata orang yang telah membantu pemilik warung tersebut adalah pemuda yang dulu sering ia tolong. Pemuda itu rupanya telah sukses dan memiliki sebuah perusahaan sendiri.
Sahabat UCers, setiap kebaikan yang dilakukan seseorang pasti akan berbuah kebaikan juga untuknya di masa yang akan datang. Semoga kisah di atas dapat memberikan inspirasi kebaikan bagi kita semua.
sumber




