Lalu si pemuda berdoa kepada Allah, “wahai Tuhanku! Sesungguhnya engkau menjadikan penglihatanku sebagai nikmat yang engkau berikan, dan aku kuatir jika mataku ini menjadi siksaan bagiku. Karenanya, ambillah penglihatanku.”
Selesai berdoa, seketika itu juga matanya menjadi buta. Sehingga apabila ia pergi ke masjid, ia dituntun oleh adiknya yang masih kecil.
Ketika mereka berdua sudah sampai di masjid, adiknya bermain dengan teman sebayanya dan meninggalkanya sendirian.
Apabila pemuda tadi memerlukan sesuatu, ia pun memanggil adiknya, maka dengan terpaksa adiknya pun mandatanginya, dan setelah itu pun melanjutkan bermain.
Pada suatu hari, ketika ia sedang berada di dalam masjid, ia merasa takut. Lalu ia memanggil adiknya, tetapi adiknya tidak menyahut panggilannya. L
alu ia menengadahkan pandangannya ke atas dan berdoa, “Wahai, Tuhanku! Dahulu engkau memberiku penglihatan yang aku gunakan sebagai anugerah darimu, lalu aku memintamu untuk menghilangkannya karena takut akan menjadi fitnah dan siksa bagiku. Sekarang aku membutuhkanya, maka aku mohon, wahai tuhanku, kembalikanlah penglihatanku!”
Maka Allah mengambalikan penglihatanya, dan seketika itu pula, ia bisa melihat. Lalu ia pulang ke rumahnya dengan penglihatan yang telah pulih kembali. Allah Maha kuasa atas segala sesuatu.
sumber
